Friday, April 10, 2015

Kelompok Revolusioner Pendorong Lahirnya Proklamasi

loading...

Berikut ini beberapa kelompok revolunioner yang mendorong lahirnya proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.
1.    Kelompok Sukarni

Sukarni bekerja di Kantor Sendenbu (Barisan Propaganda), pernah juga menjadi anggota Pengurus Besar Indonesia Muda pada zaman Belanda. Kelompok ini didukung oleh pemuda-pemuda Kusnaeni, Abdul Maluk, Adam Malik, Armunanto, Pandu Kartawiguna, M. Nitimihardjo dan syamsuddin. Mereka sering membuat brosur-brosur provokatif. Kelompok Sukarni bermarkas di Menteng-31.

2.    Kelompok Syahrir.

Kelompok ini mula-mula disebut “Kelompok Hata Syahrir”. Oleha karena Hatta sangat berkompromi dengan Jepang maka terjadi perpecahan di antara mereka. Kelompok ini memiliki jeringan kemasyarakatan luas lewat kelompok politik bawah tanah. Kelompok Syahrir didukung oleh Sudarsono, Sugra, Hamdani dan Kartamuhari.

3.    Kelompok para Pelajar.

Kelompok ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok  yang berhimpun di Asrama Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran Tinggi) di Prapatan-10 dan kelompok BAPERPI  yang berpusat di Cikini-71. Mereka memiliki organisasi bernama Persatuan Mahasiswa, dipimpin oleh Djohan Nur, Sayoko, Syarif Taib, Darwis dan Eri Sudewo. Kelompok ini mengajukan tuntutan”Bebas dan Merdeka”.

4.    Kelompok Kaigun

Kelompok Kaigun (Angkatan Laut Jepang) terdiri atas tenaga revolusioner yang bekerja di kalangan Angkatan Laut Jepang dengan tokoh-tokoh misalnya Mr. Ahmad Soebardjo, Sudiro, Wikana, E. Chaeruddin dan Djojo Pranoto. Kelompok ini bangkit karena politik “Kemerdekaan Hadiah” dari Jepang. Mereka sangat disiplin dan cukup berwawasan luas serta memiliki informasi tentang kekalahan pertempuran laut antara Jepang dan Sekutu diperairan Asia-Pasifik.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945 Soekarno dan Moh. Hatta kembali ke Jakarta dan menemui Letnan Jenderal Moichiro Yamamoto, Komandan Angkatan Darat Pemerintah Militer jepang. (Gunseikan) di Hindia Belanda. Pertemuan tersebut terjadi dengan sepengetahuan Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum Pemerintahan Militer Jepang. Dari komunikasi antara Moh. Hatta dan tangan kanan Komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Moh. Hatta yakni bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.

Selanjutnya, Moh. Hatta segera menghubungi hotel Des Indes untuk meminta tempat guna rapat PPKI yang semula direncanakan pukul 22.00 oleh pihak hotel, permintaan tersebut ditolak dengan alas an tidak dibenarkan mengadakan rapat pada malam hari. Melalui Mr. Ahmad Soebardjo yang bekerja di Kaigun, Moh. Hatta mendapat tempat di Kediaman Laksamana Maeda. Di tempat inilah terjadi peristiwa besar dalam sejarah Bangsa Indonesia, yaitu dirumuskannya naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia



Soekarno - Moh. Hatta dan tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya bermalam di kediaman Laksamana Maeda (sekarang jalan Imam Bonjol Nomor 1) untuk melakukan rapat menyiapkan teks proklamasi, Rapat dihadiri oleh Soekarno dan Moh. Hatta, Ahmad Soebardjo, Sukarni dan Sayuti Melik. Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia  berlangsung  pukul 02.00 – 04.00 dini hari. Teks Proklamasi  di tulis di ruang makan kediaman Laksamana Maeda. Para penyusun teks  proklamasi adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Soebardjo.

Konsep teks proklamasi  ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan hadir B.M. Diah, Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro . Sukarni mengusulkan agar yang menanda tangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Setelah konsep selesai disepakati, Sayuti Melik menyalin dan mengetik naskah tersebut. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan dilapangan Ikada, tetapi berhubung alas an keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pengasaan Timur 56 (sekarang jalan Proklamasi Nomor 1).

Selanjutnya para pemuda mengusulkan agar naskah proklamasi menyatakan semua aparat pemerintah harus dikuasai oleh rakyat dari pihak asing yang masih menguasasinya.Akan tetapi, mayoritas anggota PPKI menolaknya dan disetujuilah naskah proklamasi seperti adanya hingga sekarang. Para pemuda juga menuntut enam pemuda turt menandatangani proklamasi bersama Soekarno dan Moh. Hatta dan bukan para anggota PPKI. Para pemuda menganggap PPKI mewakili Jepang. Kompromi pun terwujud dengan membutuhkan anak kalimat “ atas nama Bangsa Indonesia” Soekarno-Hatta.


loading...
Kelompok Revolusioner Pendorong Lahirnya Proklamasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush