Saturday, April 25, 2015

Kondisi Ekonomi-Keuangan Indonesia pada Awal Kemerdekaan

loading...

  
Pada awal kemerdekaan Indonesia mendapat warisan kedaan perekonomian yang sangat kacau dari Jepang, serta usaha pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi dan keuangan terlihat pada pembehasan berikut :

1.    Kondisi Ekonomi dan Keuangan

Bangsa Barat dan Jepang yang menguasai Indoesia selama berabad-abad  telah menguras kekayaan alam dan sumber daya manusia Indonesia. Hal ini menjadi salah satu p penyebab buruknya perekonomian Indonesia dapat terlihat pada hal-hal sebagai berikut :

a.    Terjadinya Hiperinflasi

Penyebab hiperinflasi pada awal kemerdekaan adalah peredaran mata uang Jepang yang tidak terkendali (sekitar 4 milyar). Pemerintah Indonesia tidak berani menyatakan tidak berlakunya mata uang Jepang karena Indonesia belum mempunyai mata uang sendiri. Oleh karena itu Indonesia mengeluarkan kebijakan pemberlakuan beberapa mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. Mata uang yang berlaku adalah De Javasche Bank, Pemerintah Hindia Belanda,  dan Jepang, akan tetapi, pemberlakuan ketiga mata uang tersebut tidak mampu mengaasi persoalan ekonomi Negara.

b.     Adanya Blokade Ekonomi oleh Belanda

Jawa dan Sumatra merupakan daerah tempat pemerintah RI secara nyata berkuasa, sedangkan daerah lain dikuasai NICA (Belanda), dan untuk menghancurkan RI Belanda menggunakan siasat blockade, yaitu penutupan wilayah Indonesia agar tidak berhubungan dengan dunia luar terutama dalam bidang ekonomi. Tindakan Belanda memblokadi ekonomi Indonesia melalui laut kemudian diikuti dengan tindakan Agresi Militer I (1 Juli 1947) yang bertujuan menduduki daerah-daerah yang kaya tambang dan perkebunan.

c.    Surplus Beras

Setelah Indonesia Meredeka tidak ada kewajiban rakyat untuk menyetor hasil pertaniannya kepada pemerintah. Rakyat yang terbiasa hidup prihatin pada zaman Jepang menjadi tidak konsumtif terhadap beras. Surplus beras pun mulai deras. Keadaan ini menjadi angina segar bagi ekonomi Indonesia di tengah-tengah kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.

2.    Usaha Mengatasi Masalah Ekonomi dan Keuangan

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam ketika menghadapi persoalan ekonomi dan keuangan yang semakin menjepit dan mengatasi persoalan ekonomi dengan cara sebagai berikut :

a.    Melakukan Pinjaman Nasional

Menteri Keuangan Ir. Surachman atas persetujuan Badan Pekerja Komite kesadaran rakyat Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) mengeluarkan seruan pinjaman nasional kepada rakyat sebesar satu milyardan akan dibayarkan dalam jangka waktu 40 tahun, dan ternyata rakyat sangat mendukung pemerintah. Mereka pergi ke Bak Tabungan Pos dan rumah-rumah pegadaian untuk mengumpulkan uangnya. Dukungan dan kesadaran rakyat tersebut menunjukan suatu kekuatan intern Pemerintah Republik Indonesia.

b.    Mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI)

Pemerintah RI mengeluarkan uang kerta baru yang dinamakan ORI dan uang tertas ini menggantikan mata uang Jepang. Penetapan Mata Uang ORI didasarkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1946 tanggal 1 Oktober 1946.  Selanjutnya pada tanggal 25 Oktober 1946 pemerintah Indonesia  menetapkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1946 untuk mengatur kurs mata uang Jepang terhadap ORI dengan kurs sebagai berikut :
1)    Lima puluh ribu uang Jepang disamapakan dengan satu rupiah ORI.
2)    Di luar Jawa dan Madura seratus rupiah uang Jepang sama dengan satu rupiah ORI.
Pada tanggaal 1 Nopember 1945 Pemerintah Indonesia secara resmi mendirikan Bank Indonesia dan tugas Bak Indonesia mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing yang ada di Indonesia.

c.    Upaya Pemerintah Indonesia memblokade Ekonomi Belanda

Belanda memiliki kapal-kapal patrol yang cukup kuat, dan dengan kapal tersebut Belanda memblokade laut yang sangat ketat di wialayah Indonesia. Penjuang-pejuang Indonesia terpaksa melakukan penyeludupan secara rahasia dan berhasil membawa dan menjual hasil bumi seperti gula, kopi, karet dan lada ke Pasar Singapura, dan dari hasil perdagangan tersebut digunakan untuk membeli senjata, obat-obatan dan tekstil. Di antara penyelundup yang menyebabkan Belanda kewalahan adalah Mayor John Lie, seorang keturunan Cina yang bersal dari Sumatra Timur.

Surplus beras yang dialami Indonesia pada awal kemerdekaan tenyata menjadi salah satu jalan bagi pemerintah Indonesia untuk keluar dari blockade ekonomi Belanda. Sutan Syahrir atas nama pemerintah Indonesia mengirim bantuan beras kepada India sebanyak 500.000 ton. Sebaliknya, India memberikan tekstil dan kendaraan bermotor terutama truk kepada pemerintah Indonesia, dan pada tanggal 18 Mei 1946 perjanjian tersebut ditanda tangani oleh Sutan Syahrir dengan K.L. Pinjabi dan realisasi sudah sudah dapat dilakukan dengan datangnya kapal-kapal dari India ke Probolinggo, Jawa Timur dan muatan kapal India tersebut tekstil dan beberapa barang lain yang diangkut dengan truk.

Indonesia menghadapi blockade ekonomi dengan mengadakan hubungan dagang dengan Amerika Serikat, hubungan dagang dengan luar negeri dirintis oleh Blaking and Trading Corporation (BTC) yang merupakan badan perdagangan semi pemerintah. Pemimpin badan ini adalah Dr. Sumitro Djojohadikusumo da Dr. Ong Eng Die. BTC berhasil mengadakan transksi dengan isbrantsen inc (Perusahaan swasta Amerika Serikat). Namun kapal insbrantsen nc, yaitu Martin Behrman dicegat oleh Angkatan Laut Belanda dan diseret dari pelabuhan Republik Indonesia di Cirebon ke Pelabuhan Belanda di Tanjung Priok. Belanda menyita seluruh barang muatannya. Instansi ini dikenal dengan sebutan  Martin Behrman Affair yang akhirnya menimbulkan perang nota antara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dengan kementrian Luar Negeri Kerajaan Belanda.


loading...
Kondisi Ekonomi-Keuangan Indonesia pada Awal Kemerdekaan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush