Thursday, August 13, 2015

Peran Lembaga Keuangan Dunia bagi Indonesia

loading...


Amerika Serikat sebagai pemenang dalam perang dingin telah mengubah tatanan dunia internasional dari bipolar menjadi unipolar. Ekonomi dunia pasca perang diningin ditandai semakin mantapnya posisi dan peran organisasi ekonomi internasional seperti IMF, World Bank dan lahirnya WTO. Hal ini menyebabkan Negara-negara lain diberbagai kawasan merasa perlu menyesuaikan diri. Sejak tahun 1993 ASEAN mencanangkan  program ASEAN Free Trade Area (FTA) dan ini dibentuk untuk meningkatkan daya tarik ASEAN sebagai basis proses produksi dengan adanya pengembangan suatu pasar regional.

Peran Lembaga Keuangan Dunia Bagi Indonesia
sumber gambar : andifebriyantipratiwi.blogspot.com
IGGI adalah sebuah kelompok internasional yang didirikan pada tahun 1967 oleh Belanda untuk mengkoordinasika dana bantuan multilateral kepada Indonesia. Selain Belanda anggota IGGI adalah Bank Pembangunan Asia, Dana Monoter Internasional, UNDP, Bank Dunia, Australia, Belgia, Britania Raya, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Swis dan Amerika Serikat. IGGI mengadakan pertemuan pertama pada tanggal 20 Pebruari 1967 di Amsterdam-Belanda dan Indonesia diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dari Tahun 1967-1974 IGGI mengadakan dua kali pertemuan setiap tahunnya, tetapi sejak tahun 1975 pertemuan hanya diadakan sekali dalam setahun karena perkembangan perekonomian Indonesia yang membaik. Bantuan awal IGGI  dalam penyusunan program rencana lima tahun Repelita 1969-1973  60 % dari  dana Repelita.

Bank Dunia memberikan utang kepada pemerintah dengan ikut campur arah kebijakan pemerintah orde baru. Transaksi utang luar negeri yang dijalani opeh pemerintah Soeharto selama 32 tahun berlangsung dalam kondisi yang tidak adil dan bahkan menindas Indonesia menjadi sangat tergantung kepada Bank Dunia

Utang yang disalurkan Bank Dunia ada dua macam yaitu :

1. Utang proyek atau utang dalam bentuk fasilitas berbelanja barang dan jasa secara kredit. Bank dunia menggunakannya sebagai alat untuk memasarkan barang dan jasa dari Negara-negara pemegang saham utama seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang.

2. Utang yang berupa dana segar dari Bank Dunia.

Pencairan dana utang Bak Dunia dibarengi dengan persyaratan yang sangat mengikat dan mensyaratkan pemerintah untuk melakukan perubahan kebijakan yang mengarah pada kebijakan untuk hal-hal :
  • Mengurangi peran pemerintah dalam menyediakan barang publik misalnya listrik maupun pelayanan umum seperti pendidikan dan kesehatan.
  • Memberikan keleluasaan dan kesempatan kepada para pemilik modal untuk mengejar dan menumpuk keuntungan.
Pejabat-pejabat Bank Dunia ternyata turut mencaplok sebagian dana yang mereka pinjamkan. Bank dunia terkesan membiarkan sejumlah besar dana pinjaman bocor dan lenyap kedalam birokrasi pemerintah di Indonesia. Peranan Bank Dunia dalam memperbesar utang luar negeri dengan membiarkan korupsi berjalan terus harus dipertanggungjawabkan. Menurut Bak Dunia pada tahun 1998 30 % dari seluruh dana yang dikucurkan ke Indonesia mengalami kebocoran, yan akhirnya rakyat menanggung beban yang sangat besar.

 

Internastional Monetery Fund / IMF


Pada tahun 1966 IMF membuat strudi tentang program stabilitas ekonomi. Dan pemerintah Indonesia merespon kebijakan yang diusulkan IMF dan memberikan hibah kepada pemerintah Indonesia  sebesar US$174 miliar untuk mengangkat Indonesia dari keterpurukan ekonomi. Selanjutnya disusul dengan restrukturisasi utang karena US$534 miliar harus dilekuarkan untuk membayar cicilan  pokok dan bunga utang. Pada bulan desember 1966 diikuti dengan pertemuan Paris Cub yang menyepakati moratorium utang sampai tahun 1971 untuk pembayaran cicilan pokok utang jangka panjang yang disepakati sebelum  tahun 1966. Tanpa dukungan IMF dan Amerika Serikat, inisiatif moratorium tidak akan terjadi.

Semua utang ditandatangani sebelum tahun 1966 (pada pemerintahan Soekarno) harus dibayar dalam tiga puluh kali cicilan selama kurun waktu antara tahun       1970 - 1999. Tanggungan pembayaran ini diikuti dengan devaluasi dan perubahan nilai tukar yang menjadikan Indonesia sebagai Negara dengn nilai tukar mengambang paling besar di dunia.

Krisis ekonomi melanda Asia Tenggara pada tahun 1997. Pemerintah Indonesia mengundang IMF untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia yang sedang dalam krisis. Kesepakatan antara IMF dan pemerintah Indonesia  terjadi pada tanggal 31 Oktober 1997 dengan ditanda tanganinya Letter of Intens (Lol) pertama yang berisi perjanjian tiga tahun dan kucuran utang sebesar US$7,3 miliar, tetapi kehadiran IMF justru mengakibatkan krisis bertambah parah. Tidak lebih dari satu tahun terjad palarian modal (capital flight) keluar negeri besar-besaran yang menyebabkan pengangguran, diperparah lagi dengan penurunan nilai tukar rupiah secara drastic dan pada tahun 1998 lebih dari 50 % penduduk Iindonesia hidup dibawah garis kemiskinan.

Salah satu kebijakan IMF untuk menutup enam belas bank membuat masyarakat panic dan menarik uangnya dibank-bank nasional dan sebagian di bank asing. Untuk mengatasi guncangan ini IMF kembali membuat rekomendasi kebijakan yang mengharuskan pemerintah mengucurkan dana triliunan rupiah untuk memperbaiki kecukupan modal pada bank-bank yang bermasalah. Dan inilah yang menjadi akar permasalahan munculnya kasus BLBI yang hingga kini tahun 2015 belum dapat diselesaikan.

loading...
Peran Lembaga Keuangan Dunia bagi Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush