Monday, August 17, 2015

Situasi Dunia saat Perang Dingin

loading...


Perang dingin adalah ketegangan antara Amerika Serikat (Blik Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur) yang terjadi pada tahun 1947-1991. Persaingan di antara kedua Negara menyebar ke Eropa dan merambah ke seluruh dunia ketika Amerika Serikat menbendung komunisme dengan membentuk sejumlah aliansi dengan berbagai Negara, terutama dengan Negara di Eropa Barat, Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Meskipun kedua Negara adikuasa tersebut tidak bertempur secara langsung, tetapi konflik di antara kedua Negara secara tidak langsung telah menyebabkan perang di berbagai kawasan. Amerika Serikat membentuk pakta yang dikenal dengan North Atlatic Treaty Organization (NATO) sementara Uni Soviet membentuk pakta Warsawa.
situasi dunia saat perang dingin
sumber gambar : anneahira.com

Di tengah pertentangan Blok Timur dan Barat itulah muncul Negara Non-Blok. Mereka mengorganisasikan diri dalam Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement). Indonesia salah satu pelopor berdirinya Gerakan Non-Blok. Gerakan ini menarik perhatian Negara-negara yang baru merdeka sesudah tahun 1945.

Perang dingin mulai meredah ketikan pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev meluncurkan program reformasi,  prestroika dan glasnost. Uni Soviet kehilangan kekuatan dan kekuasaannya terhdap Eropa Timur dan perang dingin berakhir pada kurun waktu 1989-1990. Hal ini ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin pada tanggal 9 November 1989 serta menyatunya Jerman Barat dan Jerman Timur pada tanggal 3 Oktober 1990. Perkembangan itu disusul  bubarnya Uni Soviet pada tanggal 25 Desember 1991 bersamaan dengan mundurnya  Mikhail Gorbachev  sebagai Kepala Negara dan Amerika Serikat menjadi satu-satunya Negara Adidaya.

Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat


Amerika Serikat berperan besar dalam lembaran sejarah Indonesia. Agen CIA diduga terlibat dalam penggulingan Rezim Soekarno dan berandil dalam pembangunan Rezim Orde Baru di bawah komando Soeharto dan hal itu Nampak pada bidang ekonomi. Amerika Serikat berperan dalam membentuk Tim Ekonomi Orde Baru yang dikenal dengan mafia Berkeley. 

Pada saat itu Ketua Badan Perencanaan Pembanguna Nasional adalah Widjojo Nitisatro (alumnus Berkeley), Emil Salim (Alumnus Berkeley) sebagai wakilnya.  Dirjen Pemasaran dan Perdagangan Subroto (alumnus Harvard), Menteri keuangan Ali Wardana (alumnus Berkeley) dan Ketua Penanaman Modang Asing Moh. Sadli (alumnus MIT). Tim ini merancang kebijakan ekonomi Indonesia yang kapitalistik, liberal dan sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat.

Pemerintah Orde Baru pada hakikatnya adalah agen kepentingan kapitalis internasional modern di bawah ini komando Amerika Serikat. Untuk melaksanakan skenario ekonomi Negara-negara kapitalis, pemerintah ode baru didukung oleh sebuah dewan penasehat ekonomi (Economic Advisory Group) yang terdiri atas Warburg & Co, Lehman Brothers dan Lazard Freres, ketiga kelompok ini  menyediakan pembiayaan bagi pemerintah Orde Baru sambil menunggu terbentuknya Badan Intergovermental Group on Indonesia (IGGI).

Pemerintah Orde Baru melaksanakan pembangunan ekonomi dengan mencirikan :
1.    Ada stabilitas politik dan pemerintahan.
2.    Bantuan maupun investasi dari Negara-negara industry maju.
3.    Lingkungan regional yang stabil dan aman.
4.    Kebijakan luar negeri yang konfrontatif diubah menjadi kooperatif guna menciptakan lingkungan regional yang harmonis dan stabil.
5.    Membentuk konsorsium donor untuk Indonesia yang terdiri atas Negara-negara kaya dan organisasi keuangan internasional (IGGI dan kemudian CGI).
6.    Membukan masuknya investasi asing dan dibukanya pasar untuk produk-produk Indonesia di Luar Negeri.

Langkah dan kebijakan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi selama tiga decade. Indonesia pada awal orde baru termasuk Negara termiskin di dunia dan pada pertengahan tahun 1990-an dianggap sebagai salah satu dari “ten economic miracles”.

Dampak berakhirnya perang dingin bagi orde baru

 


Berakhirnya perang dingin menyebbkan pola hubungan internasional mengalami pergeseran dan isu-isu yang berkembang setelah berakhirnya perang dingin adalah :
1. Perhatian lebih difokuskan pada usaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Pentingnya keamanan regional.
3. Masalah ekonomi-politik internasional.
4. Isu lingkungan hidup, hak asasi manusia dan demokratisasi.

Pandangan barat  terhadap Indonesia juga mengalami perubahan. Negara-negara barat semula membiarkan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Setelah selesai perang dingin Negara-negara barat berubah dari isu komunisme ke isu Hak Asasi Manusia, Demokratisasi dan lingkungan hidup. Negara-negara barat dan Amerika Serkat menekan Indonesia melalui beragam Non- Govermmental Organization (NGO/LSM) atas kasus pelanggaran HAM.

Para politik orde baru tidak menyadari dengan runtuhnya Uni Soviet dan berakhirnya perang dingin, nilai strategis Indonesia sebagai Negara yang berhasil membendung komunisme menjadi jauh berkurang, sebab agenda politik Internasional Negara-negara barat beralih ke isu-isu keamanan ke isui-isu ekonomi serta upaya memajukan demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup. Selain itu LSM-LSM yang memfokuskan kegiatan mereka pada isu-isu demokrasi dan lingkungan hidup semakin banyak dan diperhitungkan dalam politik luar negeri Negara-negara maju.

Kelambanan Soeharto dan elit politik orde baru dalam mengantisipasi perubahan tatanan dunia dengan tetap mempertahankan sitem pemerintahan yang otoriter dan membiarkan pelanggaran HAM, menyebabkannya limbung. Diplomasi luar negeri selalu kesulitan saat mendapat tekanan Barat mengenai kasus Timur Timur. Seiring menguatnya peran kelas menengah di Indonesia yang peduli dengan demokratisasi dan HAM serta lahirnya kelompok reformis dan pelas-pelan rezim orde baru pun kehilangan pamor.

loading...
Situasi Dunia saat Perang Dingin Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush