Thursday, October 8, 2015

Candi-Candi Di Indonesia

loading...


Ada banyak candi-candi di Indonesia yang merupakan peninggalan Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia, pada umumnya kita hanya mengenal Candi Borobudur yang merupakan candi terbesar di Indonesia maupun Candi Prambanan yang terkenal dengan cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. 

Candi berasal dari kata Candikagraha yang berarti kediaman Candika, sebutan untuk Dewi Durga, sang dewi maut. Dari artinya tersebut, jelas bahwa candi merupakan tempat yang berkaitan dengan kematian. Candi didirikan sebagai pendharmaan sekaligus sebagai tempat pemujaan, khususnya para raja dan kalanga terkemuka lainnya.

Dilihat dari susunannya, candi-candi di indonesia terdiri dari tiga corak, yaitu corak candi Jawa Tengan bagian selatan, corak candi Jawa Timur, dan corak candi Jawa Tengah bagian utara. 

Berikut ini adalah daftar candi-candi di Indonesia berdasarkan coraknya dan persebarannya.

candi-candi di Indonesia
sumber gambar : candi1001.blogspot.com

Candi di Jawa Tengah bagian selatan

Beberapa candi-candi di Indonesia yang merupakan candi-candi di Jawa Tengah bagian selatan adalah sebagai berikut :
  • Candi Kalasan, didirikan pada tahun 778 M, atas perintah Raka i Panangkaran, sebagai persembahan kepada Dewi Tara. Candi ini merupakan peninggalan Budha tertua di pulau Jawa. Candi ini memiliki tinggi 6 m dengan 52 stupa.
  • Candi Borobudur, didirikan pada tahun 770 M atas perintah Raja Wisnu dari Dinasti Syailendra, dan selesai pada tahun 842 M semasa pemerintahan Samarottunga. Bentuk dasarnya adalah punden berundak yang disesuaikan dengan kosmologi Budha Ramayana. 
  • Candi Mendut, didirikan pada masa pemerintahan raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi Mendut terletak di sebelah timur candi Borobudur. Dalam candi ini terdapat 3 arca budha setinggi 3 m, diapit oleh dua Bodhisattava, Avalokiteshvara ( lambang dharma ) dan Vajrapani (lambang sangha).
  • Kompleks Candi LoroJonggrang (Prambanan), didirikan atas perintah Raka i Pikatan dan selesai pada masa pemerintahan Daksa dari Dinasti Sanjaya. Kompleks candi Hindu ini terdiri atas candi induk dan candi apit. Candi induk terdiri atas Candi Siwa sebagai candi terbesar, didampingi oleh Candi Brahma (sebelah selatan) dan Candi Wisnu (sebelah utara). Di depan Candi Siwa terdapat bangunan candi perwara, berisi arca lembu kendaraan Siwa yaitu Nandi.
  • Kompleks Candi Sewu, didirikan atas perintah Raja Indra dari Dinasti Syailendra, untuk menghormati Manjusri. Kompleks candi Budha ini terdiri atas candi induk yang dikelilingi 250 buah candi prawara yang tersusun atas 4 baris. Pada pinu masuk candi terdapat arca Dwarapala.
  • Kompleks Candi Plaosan, didirikan atas perintah Raka i  Pikatan dan Pramodawardhani (Sri Kaluhunan). Kompleks candi ini terdiri atas dua candi induk yang dikelilingi dua baris stupa dan dua baris candi perwara.
  • Candi Sukuh, didirikan pada masa pemerintahan Majapahit. Berbeda dengan candi-candi lainnya, candi Hindu ini memperlihatkan unsur Jawa asli, dibandingkan dengan corak Hindu itu sendiri

Candi di Jawa Tengah bagian utara


Berikut ini adalah daftar candi di Jawa Tengah bagian utara:
  • Candi Canggal, kemungkinan didirikan pada masa pemerintahan Sanjaya dari Kerajaan Mataram Lama. Pada candi ini terdapat prasasti Canggal yang menginformasikan dinasti Sanjaya.
  • Kompleks Candi Gedong Songo, didirikan pada abad ke-8 M, namun belum jelas apakah berkaitan dengan pengertian Sanjaya. Candi ini dibangun sebagai penghormatan terhadap Trimurti, khusunya Dewa Siwa. Di depan Candi Siwa terdapat bangunan kecil untuk Nandi, lembu kendaraan Siwa.
  • Kompleks Candi Dieng, terdiri dari sejumlah candi dengan nama wayang, seperti Puntadewa, Bima, Arjuna, Gatutkaca, Semar, dan Srikandi. Arsitektur bangunan menyerupai komplek Candi Gedongsongo. Sejumlah pakar sejarah mengaitkan candi ini dengan Dinasti Sanjaya.

Candi di Jawa Timur

Berikut ini adalah candi-candi di Indonesia yang terletak di Jawa Timur  :
  • Candi Badut, terletak di kota Malang yang berkaitan dengan prasasti Dinoyo dari tahun 760 M. Candi Hindu ini didirikan pada masa pemerintahan Dewa Singha dari Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan tertua di Jawa Timur.
  • Candi Kidal, tempat pendharmaan Anusapati. Raja Singasari itu dirupakan dalam wujud arca Dewa Siwa. Pada candi Hindu setinggi 12,5 meter ini terdapat pahatan garuda mencuri amarta, air kehidupan.
  • Candi Jajaghu (Jago), tempat pendharmaan Wisnuwardhana. Candi bercorak Buddha ini memiliki bagian kaki bersusun tiga (berundak-undak). Tubuh candi terletak di bagian belakang kaki candi. Ciri-ciri ini menunjukkan munculnyakembali unsur-unsur budaya asli.
  • Candi Jawi, tempat pendharmaan Kertanegara. Candi ini memiliki tinggi 24 meter dan didirikan atas perintah Kertanegara. 
  • Candi Singhasari, tempat pendharmaan Kertanegara. Raja Singasari terakhir itu dirupakan sebagai Bhairawa. Yang menarik dari candi ini adalah bagian cawah candi tampak belum selesai, sedangkan bagian atas terpahat sempurna. Bagian atas melambangkan puncak Mahameru (kediaman para dewa dalam mitologi Hindu). Candi ini dibuat pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
  • Candi Sumberawan, didirikan sebagai penghargaan atas kunjungan Hayam Wuruk di kaki Gunung Arjuna. Candi bercorak Buddha ini selesai dibangun setelah Candi Singhasari selesai.
  • Kompleks Candi Penataran, didirikan pada masa pemerintahan Raja Srengga dari Kediri, lalu banyak mengalami renovasi semasa pemerintahan Majapahit. Bangunan utama selesai pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.

 

Candi-candi di Sumatera

Selain candi-candi di Pulau Jawa, kita juga perlu mengenal candi-candi di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera. Kebanyakan candi di Sumatera bercorak Buddha. Berbeda dengan candi-candi di Jawa, bahan bangunan candi terbuat dari bata merah. Akibatnya, bangunan itu lebih cepat rusak, dibandingkan rata-rata candi di pulau Jawa. Berikut ini adalah beberapa candi di Pulau Sumatera :
  • Kompleks Candi Muara Takus, didirkan pada masa puncak Kerajaan Sriwijaya. Candi bercorak Buddha Mahayana ini memiliki stupa Candi Mahligai sebagai bangunan utama. Corak Budha Mahayana tampak juga pada berbagai bentuk diagram yang terdapat pada dinding candi.
  • Kompleks Candi Padang Lawas, didirikan pada masa kerjaan Sriwijaya, sesudah Candi Muara Takus. Kompleks candi ini dikenal juga dengan nama Biaro Bahal karena tiga candi yang masih utuh mengambil nama bahal. Nama itu mengacu pada nama sekolah Buddha Mahayana di Nepal.
  • Kompleks Candi Muara Jambi, didirikan pada masa Kerajaan Malayu, ketika kerajaan Sriwijaya mulai kehilangan pamornya. Kompleks candi tersebut terdiri atas 12 bangunan. Semuanya memperlihatkan corak Buddha Mahayana.
Demikianlah beberapa nama candi-candi di Indonesia yang cukup dikenal. Selain candi-candi di indonesia di atas, tentu saja ada banyak candi-candi lain yang mungkin belum disebut dalam tulisan ini. perlu kita ketahui, bahwa keberadaan candi-candi di indonesia ini bisa memberikan manfaat dan mendatangkan  devisa bagi negara jika dirawat dengan baik. Oleh karena itu, kita wajib untuk mengenalkan keberadaan candi ini pada dunia pariwisata internasional sehingga bisa dinikmati oleh turis mancanegara.  

loading...
Candi-Candi Di Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush