Wednesday, October 21, 2015

Kabinet Masa Demokrasi Liberal

loading...


Kecendrungan partai-partai politik untuk saling menjatuhkan mengakibatkan masa demokrasi liberal ditandai dengan banyaknya kabinet yang berumur pendek. Setelah memerintah dalam waktu singkat, suatu kabinet jatuh dan digantikan oleh kabinet lain yang juga bernasib serupa. Berikut ini adalah beberapa kabinet yang pernah ada pada masa demokrasi liberal :

Kabinet Natsir ( September 1950 - Maret 1951 )

Kabinet ini dipimpin oleh Mohammad Natsir, sebagai perdana mentri. Kabinet ini didominasi oleh Partai Masyumi. Kabinet Natsir mulai goyah sejak kegagalan dalam perudingan dengan Belanda mengenai Irian Barat. Kabinet jatuh setelah PNI mengajukan mosi tidak percaya menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah tentang DPRD dan DPRDS.


Kabinet Sukiman ( April 1951 – April 1952 )

Kabinet ini dipimpin oleh Sukiman Wiryosanjoyo sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan koalisi PNI dan Masyumi. Kabinet ini mulai goyah akibat adanya kesepakatan antara Menlu Soebandrio dan Duta Besar AS Merle Cohran tentang bantuan ekonomi dan militer. Kabinet dicecar tuduhan menyelewengkan Indonesia dari politik luar negeri bebas dan aktif. Setelah PNI dan Masyumi menarik dukungannya, kabinet Sukiman pun jatuh.


Kabinet Wilopo ( April 1952 – Juni 1953 )

Kabinet ini dipimpin oleh Mr. Wilopo sebagai Perdana Menteri. Kabinet ini merupakan zaken kabinet karena terdiri dari para pakar yang ahli di bidangnya. Kabinet mengalami tantangan berat, berupa gerakan separatisme di sejumlah daerah. Ujian paling berat adalah peristiwa 17 Oktober dan peristiwa Tanjung Morawa sehingga menyebabkan kabinet ini jatuh.


Kabinet Ali Sastroamidjoyo I ( Juli 1953 – Juli 1955 )

Kabinet ini dipimpin oleh Ali Sastroamidjoyo, sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan koalisi PNI dan NU. Kabinet ini mengalami ujian berat berupa kemelut dalam tubuh angkatan darat. Namun, kabinet ini sempat menunjukkan prestasi, berupa penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Memuncaknya krisis ekonomi dan perseteruan antara PNI dan NU membuat NU menarik dukungannya terhadap kabinet ini sehingga kabinet inipun jatuh.


Kabinet Burhanuddin Harahap ( Agustus 1955 – Maret 1956 )

Kabinet ini dipimpin oleh Burhanuddin Harahap sebagai perdana menteri. Prestasi dari kabinet ini adalah penyelenggaraan Pemilu I yang amat demokratis. Selain itu, kabinet ini menunjukkan keunggulan Indonesia dalam diplomasi perjuangan Irian Barat dengan pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Namun, pemilu I tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet ini sehingga jatuh.

kabinet masa demokrasi liberal

Kabinet Ali Sastroamidjoyo II ( Maret 1956 – Maret 1957 )

Kabinet ini kembali dipimpin oleh Ali Sastroamidjoyo sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan koalisi PNI, Masyumi dan NU dan merupakan kabinet pertama setelah Pemilu I. Kabinet menghadapi pergolakan di daerah yang semakin menguat, berupa pembentukan dewan militer di Sumatera dan Sulawesi. Mundurnya sejumlah menteri dari Partai Masyumi membuat kabinet ini jatuh.


Kabinet Karya atau Juanda ( April 1957 – Juli 1959 )

Kabinet ini dipimpin oleh Juanda sebagai perdana menteri. Kabinet ini juga disebut zaken kabinet karena terdiri atas para pakar di bidangnya. Kabinet ini memiliki program bernama panca karya sehingga memperoleh sebutan Kabinet Karya. Kabinet menjadi demisioner pada saat presiden mencanangkan dekrit presiden pada bulan Juli  1959.

Demikianlah kabinet-kabinet pada masa demokrasi liberal. Ternyata negara Indonesia mengalami sejarah pergantian kabinet yang sangat banyak pada masa demokrasi liberal. Semoga tulisan ini bermanfaat.  

loading...
Kabinet Masa Demokrasi Liberal Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush