Monday, October 12, 2015

Sejarah dan Hasil Perjanjian Linggarjati

loading...


Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945, Belanda belum bisa menerima hal tersebut sehingga banyak terjadi gejolak yang menyebabkan timbulnya beberapa perjanjian dan perundingan. Salah satunya adalah perjajian Linggarjati atau perundingan Linggarjati. 

Perjuangan diplomasi di luar negeri menghasilkandesakan terhadap Belanda untuk menyelesaikan perselisihan di meja perundingan. Inggris menjadi negara yang paling berperan dalam perundingan antara Indonesia dan Belanda dengan mengutus Lord Killearn sebagai penegah yang menghasilkan perundingan linggar jati.
 
hasil perundingan linggarjati
Sebelum perjanjian linggarjati dilaksanakan, dilakukan terlebih dahulu perundingan pendahuluan. Perundingan pendahuluan yang pertama dilaksanakan pada tanggal 17 November 1945, di mabes Tentara Inggris. Namun, pertemuan itu tidak menghasilkan keputusan yang berarti. Kemudian dilakukan pertemuan kedua pada tanggal 10 Februari 1946. Akan tetapi, pertemua kedua ini tertunda hingga April 1946, dan dilanjutkan di Belanda.
 
Pada tanggal 30 September 1946, diadakan perundingan gencatan senjata. Masing-masing membentuk komisi gencatan senjata dan Lord Killearn sebagai penengah. Indonesia dan Belanda kembali berunding pada tanggal 7 Oktober 1946. Hasil perundingan itu adalah :
  1. Gencatan senjata diadakan atas dasar kedudukan militer pada saat itu dan atas dasar kekuatan militer kedua belah pihak.
  2. Dibentuk sebuah komisi gencatan senjata untuk menangani masalah-masalah teknis pelaksanaan gencatan senjata.
Sementara itu, pasukan sekutu mulai ditarik mundur dari seluruh wilayah Indonesia secara berangsur-angsur. Pada November 1946, seluruh pasukan sekutu telah meninggalkan Indonesia.
 
Setelah kedua perundingan pendahuluan tersebut, maka sejak tanggal 10 November 1946 , diadakan perundingan baru yang bertempat di Linggarjati. Pernjanjian linggar jati terjadi sejak tanggal 10 November 1946. Perundingan ini dilaksanakan di Linggarjati, sebelah selatan kota Cirebon. Delegasi Indonesia pada perjanjian linggarjati adalah Sutan Syahrir sedangkan delegasi belanda dipimpin oleh Prof. Schermerhorn. Hasil perjanjian linggarjati berupa naskah persetujuan yang terdiri atas 17 pasal. Persetujuan itu diumumkan pada tanggal 15 November 1946.
 
Isi perjanjian linggarjati yang paling pokok ada 3, yaitu :
  1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Selanjutnya Belanda akan meninggalkan daerah de facto itu selambat-lambatnya pada tanggal 1 Januari 1949.
  2. RI dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS).
  3. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.
Pada tanggal 25 November 1947, hasil perundingan linggarjati ditandatangani di Istana Rijswijk ( Sekarang Istana Merdeka ), Jakarta. Anggota delegasi Indonesia dan komisi jenderal menandatangani naskah persetujuan. Delegasi indonesia terdiri atas Syahrir, Mr. Moh. Roem, Mr. Susanto Tirtoprojo, dan Dr. A.K. Gani. Komisi Jenderal terdiri dari Prof. Schermerhorn, Dr. van Mook, dan van Pool.
 
Beberapa hari setelah penandatanganan perjanjian linggar jati, pemerintah Inggris mengumumkan pengakuannya secara de facto terhadap Republik Indonesia. Tidak lama kemudia pemerintah Amerika Serikat mengikuti jejak Inggris dan mengakui secara de facto terhadap RI yang meliputi daerah Sumatera, Jawa, dan Madura.
 
Ada beberapa alasan mengapa pihak RI menerima hasil perundingan linggarjati, yaitu :
  1. Cara damai merupakan jalan terbaik mengingat kekuatan militer Indonesia masih jauh di bawah Belanda.
  2. Cara damai akan mengundang simpati dunia internasional.
  3. Perdamaian dan gencatan senjata memberi peluang bagin militer Indonesia untuk melakukan konsolidasi.
Hasil perundingan linggarjati banyak mengundang dukungan dan pertentangan dalam KNIP. Kelompok penentang menganggap bahwa perundingan linggarjati sebagai kekalahan Indonesia. kelompok ini sangat berpengaruh sehingga kabinet Syahrir jatuh. Akan tetapi, terlepas dari anggapan kalah atau menang, perjanjian linggarjati banyak mengundang simpati dunia internasional. Hal ini terlihat oleh pengakuan dunia internasional seperti Inggris, Amerika, Mesir, Lebanon, Suriah, Afganistan, Burma, Saudi Arabia, Yaman, dan Uni Soviet.

Pasca perjanjian linggar jati ditandatangani, hubungan RI-Belanda tidak menjadi lebih baik. Perselisihan pendapat sering terjadi sebagai akibat dari perbedaan penafsiran isi perjanjian. Belanda tetap mendasari tafsirannya bahwa RI menjadi anggota persemakmuran yang berbentuk federasi. Namun semua hubungan eksternalnya diurus oleh Belanda. Selain itu, Belanda juga menuntut dibentuknya paasukan keamanan bersama. Pada akhirnya, belanda menggelar aksi polisional yang dikenal juga sebagai Agresi Militer Belanda, yang secara otomatis membatalkan perjanjian linggarjati.

loading...
Sejarah dan Hasil Perjanjian Linggarjati Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush