Wednesday, November 11, 2015

Sejarah Kerajaan Tarumanegara

loading...


Kerajaan Tarumanegara atau dikenal juga dengan Kerajaan Taruma terletak di daerah Jawa Barat dan memiliki waktu hampir bersamaan dengan Kerajaan Kutai, yaitu kira-kira pada abad ke-5 M. Kemungkinan, kata Taruma memiliki hubungan dengan kata tarum yang berarti nira.
 
Nama raja yang memerintah pada saat itu adalah Purnawarman, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada masa itu pengaruh kebudayaan Hindu sudah masuk ke Pulau Jawa sekitar pada abad ke-5 M.
 
Pusat kerajaan Taruma negara diperkirakan berada di Kota Bogor. Wilayah kekuasaan kerajaan Tarumanegara ini meliputi daerah yang cukup luas, antara lain Banten, Jakarta, sampai dengan perbatasan Cirebon. Para ahli sejarah berpendapat bahwa Kerajaan Tarumanegara merupakan Kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa.
 
Sumber sejarah kerajaan Taruma Negara berasal dari berita Cina pada masa Dinasti Tang dan Sung yang menyebutkan bahwa adanya sebuah kerajaan bernama Tolomo yang beberapa kali mengirimkan utusannya ke Cina. Kemungkinan yang dimaksud dengan Tolomo adalah Taruma.
 
Selain itu, sumber sejarah kerajaan Tarumanegara lainnya dapat dilihat dengan adanya 7 buah prasasti peninggalan Kerajaan Taruma negara, yaitu prasasti Ciaruteum, Kebon Kopi, Jambu, Muara Cianten, Tugu, Pasir Awi dan Munjul.
 
Berdasarkan berita Cina, diketahui adanya seorang pendeta Cina bernama Fa-Hsien yang terdampar di Pulau Jawa kira-kira pada tahun 414 M. Pada saat itu ia hendak menuju ke India dari Cina. Menurut Fa-Hsien, pada awal abad ke-5 M di Tarumanegara terdapat tiga macam agama, yaitu agama Buddha, Hindu dan agama “kotor”. Yang dimaksud agama “kotor” oleh Fa-Hsien kemungkinan adalah agama asli bangsa Indonesia yaitu animisme dan dinamisme yang berkembang jauh sebelum masuknya agama Hindu-Budha di Indonesia.

Keterangan mengenai sepak terjang raja Purnawarman diketahui dari beberapa prasasti yang ditemukan di sekitar wilayah Jawa Barat. Raja Purnawarman adalah seorang pemeluk Hindu yang taat dan sangat dekat hubungannya dengan para brahmana. Sebagai buktinya, dalam prasasti Tugu diketahui tentang pemberian hadiah 1.000 ekor lembu dari raja Purnawarman kepada para Brahmana.
 
Bukti lainnya yang menyatakan bahwa Kerajaan Tarumanegara terpengaruh agama Hindu adalah adanya prasasti Kebon Kopi. Dalam prasasti Kebon Kopi, terlihat ada tapak kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata yaitu kendaraan Dewa Indra. Hal itu membuktikan bahwa Raja Purnawarman beragama Hindu.
 
sejarah kerajaan tarumanegara
Raja Purnawarman juga sangat berani dalam perang dan memperhatikan kehidupan rakyatnya. Ia memerintahkan penggalian saluran Gomati pada sungai Candrabhaga sepanjang 6.112 tombak atau sekitar 11 km. Pembangunan saluran ini mempunyai arti ekonomis yang sangat besar bagi masyarakat. Saluran tersebut digunakan sebagai pencegah banjir dan sarana lalu lintas pelayaran perdagangan antardaerah, di Kerajaan Taruma negara.
 
Dari prasasti Tugu dapat diketahui bahwa Raja Purnawarman sebagai raja Kerajaan Tarumanegara sangat mengutamakan kesejahteraan rakyatnya dengan cara memperhatikan bidang pertanian dan perdagangan.
Namun sayangnya, Kerajaan sebesar Kerajaan Tarumanegara pada akhirnya akan mengalami keruntuhan. Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara ini diduga disebabkan oleh adanya serangan dari Kerajaan Sriwijaya.

loading...
Sejarah Kerajaan Tarumanegara Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush